
BADUNG – VISIBALI.COM. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) XII pada Jumat-Sabtu (31 Januari – 1 Februari 2025) di PrimeBiz Hotel, Kuta, Bali. Kegiatan yang difasilitasi Bank Indonesia Provinsi Bali, menggandeng Pikiran Rakyat, selaku lembaga uji bertujuan mencetak wartawan yang kompeten, berkualitas, dan beretika.
Plt Ketua PWI Bali, I Wayan Dira Arsana, Jumat (31/1/2025) dalam sambutannya menyampaikan bahwa UKW kali ini diikuti oleh 18 peserta, terdiri dari 6 peserta jenjang Madya dan 12 peserta jenjang Muda yang berasal dari berbagai media, baik cetak maupun online di Provinsi Bali.
“UKW ini bertujuan untuk mewujudkan insan pers yang memiliki kompetensi sesuai standar Dewan Pers serta menjaga martabat PWI Bali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dira menekankan bahwa wartawan yang belum mengikuti uji kompetensi dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/I/2010. Standar kompetensi ini menjadi tolok ukur profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
Selama dua hari pelaksanaan UKW, peserta akan mengikuti 11 mata uji yang diawasi oleh tim penguji berpengalaman, termasuk Direktur Lembaga Uji Pikiran Rakyat, Refa Riana; Direktur UKW PWI, Firdaus Komar; serta Wakil Ketua Pendidikan PWI Pusat, IGMB Dwikora Putra.
Sementara itu, Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Bali, Andy Setyo Biwado, dalam sambutannya menyatakan bahwa BI merasa bangga dapat berkontribusi dalam UKW XII ini. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan wartawan yang semakin kompeten, profesional, dan beretika di Provinsi Bali.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara Bank Indonesia dan PWI dalam mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan BI kepada masyarakat. Selama ini, media berperan besar dalam membantu menyosialisasikan kebijakan kami dengan baik, dan kami mengapresiasi kontribusi teman-teman wartawan,” ujar Andy Setyo yang juga merupakan Ekonom Ahli di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali.
Dengan adanya UKW ini, diharapkan semakin banyak wartawan yang memiliki standar kompetensi yang jelas, sehingga dapat menjaga kualitas jurnalisme di Bali dan Indonesia secara umum. (red)



