Gandeng Universitas Warmadewa, Desa Adat Sibetan Bersiap Wujudkan Desa Wisata Digital
Universitas Warmadewa

KARANGASEM – VISIBALI.COM. Program Studi Teknik Komputer Universitas Warmadewa mengambil langkah nyata untuk mendukung pengembangan potensi desa melalui teknologi digital. Pada hari Minggu, 10 Agustus 2025, tim dari universitas menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Perkembangan dan Transformasi Desa Digital” yang bertempat di ruang pertemuan Desa Adat Sibetan, Kabupaten Karangasem.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuka wawasan aparat dan warga desa mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mengelola dan mempromosikan potensi lokal. Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Penyarikan Desa Adat Sibetan, I Made Mastiawan, beserta tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, I Made Mastiawan menyambut hangat inisiatif yang digagas oleh Universitas Warmadewa. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan desa saat ini.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari Universitas Warmadewa. Sosialisasi ini membuka mata kami tentang betapa besarnya peluang yang bisa kita raih melalui dunia digital,” ujar Mastiawan.
Lebih lanjut, ia berharap agar kolaborasi ini tidak berhenti pada satu kegiatan sosialisasi saja. Menurutnya, Desa Adat Sibetan memiliki potensi besar yang siap untuk dikembangkan lebih jauh, terutama produk olahan salak yang menjadi ciri khas serta beberapa objek wisata alam yang menawan.
“Harapan besar kami, kerja sama ini dapat berlanjut. Kami ingin sekali berkolaborasi lebih dalam untuk mewujudkan Desa Wisata Sibetan. Dengan sentuhan teknologi, kami yakin produk salak dan pesona wisata kami bisa dikenal lebih luas,” tambahnya.
Keinginan Desa Adat Sibetan untuk menjadi desa wisata ini ternyata selaras dengan visi dan misi Universitas Warmadewa, khususnya dalam bidang pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal. Kolaborasi awal ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi program-program strategis di masa depan, seperti pembuatan platform e-commerce untuk produk olahan salak, pengembangan tur virtual, hingga promosi digital yang masif.
Dengan sinergi antara akademisi dan masyarakat, transformasi Desa Adat Sibetan menjadi desa wisata digital yang mandiri dan berdaya saing tinggi bukan lagi sekadar angan-angan. (kan)