Undian Digital Retribusi Masuk Tahun Kelima, Pedagang Pasar Seririt–Banjar Kian Tertib Bayar

SINGARAJA – VISIBALI.COM –Upaya mendorong kedisiplinan pedagang dalam membayar retribusi pasar terus diperkuat melalui program undian berhadiah yang digelar memasuki tahun kelima digitalisasi pengelolaan retribusi oleh Perumda Pasar Argha Nayottama bersama mitra teknologi PT Mitra Kasih Perkasa. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Seririt, Jumat (13/2/2026).
Program tahunan ini menjadi bentuk penghargaan kepada lebih dari 3.000 pedagang di Pasar Seririt dan Pasar Banjar yang secara konsisten melakukan pembayaran retribusi tepat waktu melalui sistem digital. Berbagai hadiah disiapkan, dengan satu unit sepeda motor sebagai hadiah utama.
Direktur Keuangan Perumda, Mega Esti Roh Ani, mengapresiasi tingginya partisipasi pedagang serta dukungan mitra dalam menjaga transparansi sistem retribusi.
“Terima kasih dukungan MKP selama ini, tidak hanya support dari retribusi transparan saja, tapi juga jadi mitra para pedagang memberikan stimulus berupa undian yang konsisten kita garap setiap tahunnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, digitalisasi retribusi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mampu menutup potensi kebocoran serta memperkuat loyalitas pedagang terhadap pengelola pasar.
“Retribusi berhadiah ini kita bisa mencegah kebocora-kebocoran, yang kedua kita membangun loyalitas para pedagang kepada Perumda Pasar Argha Nayottama. Kepercayaan itu kami jaga dengan baik dengan melakukan bekerjasama dengan Bank Mandiri dan disupport PT Mitra Kasih Perkasa,” paparnya.
Direktur Operasional Kadek Juli Suardana menilai program undian menjadi langkah efektif meningkatkan kepatuhan pembayaran. Menurutnya, sejak sistem digital diterapkan, tingkat kepatuhan pedagang naik signifikan dari sekitar 60 persen menjadi 80 persen.
“Undian ini merupakan sarana yang sangat bagus, untuk menjaga kolektivitas kelancaran para pedagang untuk membayar retribusi. Apalagi ada hadiah, semakin besar hadiahnya semakin terangsang melakukan kewajiban dengan baik,” ucapnya.
CEO & Co-Founder MKP Nicholas Anggada menyatakan sistem yang dikembangkan dirancang untuk memastikan pengelolaan pasar berjalan transparan dan berkelanjutan.
“Proficiat bagi pedagang pemenang hadiah Undian. MKP bangga menjadi mitra terpercaya dalam 5 tahun terakhir ini, boleh turut berkontribusi dalam memastikan transparansi data dan dana khususnya bagi PAD Buleleng,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Bank Mandiri Seririt Ida Ayu Kade Suryadnyani menambahkan, program ini turut mendorong pedagang beralih ke transaksi non-tunai sekaligus meningkatkan literasi keuangan. Selain layanan pembayaran digital, pihaknya juga menyediakan akses pembiayaan melalui KUR dan kredit mikro bagi pelaku usaha pasar.
“Kerjasama ini juga bertujuan mengajak pedagang agar melakukan transaksi melalui Bank Mandiri serta mendorong pembayaran secara digital,” pungkasnya. (red)



