Stok Aman, Harga Pangan di Tabanan Relatif Terkendali

SINGASANA – VISIBALI.COM – Pantauan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Tabanan menunjukkan kondisi yang relatif stabil, meskipun terdapat dinamika kenaikan dan penurunan pada sejumlah komoditas. Data rata-rata harga ini diperoleh dari hasil survei di 9 pasar tradisional yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan per Senin 6 April 2026.
Pada komoditas beras, harga masih terjaga stabil tanpa perubahan. Beras Medium I tercatat sebesar Rp 14.811 per kilogram, Beras Medium (SPHP) Rp 12.000 per kilogram, dan Beras Premium Rp 15.800 per kilogram, seluruhnya tidak mengalami kenaikan maupun penurunan (0%).
Sementara itu, harga minyak goreng mengalami kenaikan sebesar 2,67% menjadi Rp 21.333 per liter. Kenaikan juga terjadi pada beberapa komoditas hortikultura, seperti cabai merah besar yang naik 4,05% menjadi Rp 42.778 per kilogram, serta cabai rawit merah yang meningkat 4,26% dan kini mencapai Rp 81.667 per kilogram. Bawang merah turut mengalami kenaikan sebesar 1,67% menjadi Rp 40.667 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Daging babi turun 1,31% menjadi Rp 83.889 per kilogram, telur ayam ras turun 0,39% menjadi Rp 28.444 per kilogram, serta bawang putih turun 0,96% menjadi Rp 34.444 per kilogram. Penurunan paling signifikan terjadi pada kacang panjang yang anjlok 9,66% menjadi Rp 11.444 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, harga relatif stabil atau hanya mengalami perubahan tipis. Daging sapi has luar tetap di angka Rp 125.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras naik tipis 0,26% menjadi Rp 42.444 per kilogram.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana, menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan pangan di Tabanan masih aman dan harga tetap terkendali.
“Kami melihat secara umum kondisi harga masih stabil. Kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai merupakan hal yang fluktuatif dan dipengaruhi faktor cuaca serta distribusi. Namun, stok pangan di Tabanan tetap aman,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu gejolak harga di pasaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan dan akan mengambil langkah intervensi jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga,” tambahnya.
Secara umum, kondisi harga kebutuhan pokok di Tabanan masih terkendali. Namun, kenaikan harga pada komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah, tetap menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga masyarakat.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan secara intensif serta langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (kmf/red)



