
SINGARAJA – VISIBALI.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Ida Gede Komang (IGK) Kresna Budi, S.AP., menyerap aspirasi warga saat menggelar reses di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Senin (5/10/2026) malam. Ia didampingi anggota DPRD Buleleng dari Fraksi Golkar, Made Suarsana, S.Sos.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari kesulitan mengakses layanan kesehatan dan bantuan sosial akibat persoalan data Desil, kebutuhan alat tangkap nelayan, hingga permintaan ambulans untuk mendukung mobilitas warga yang membutuhkan perawatan ke rumah sakit.
Kresna Budi mengaku senang dapat bertemu langsung dengan masyarakat Pengastulan sekaligus meminta maaf karena baru berkesempatan berkunjung.
“Ini adalah hari yang baik buat saya. Saya memohon maaf kepada masyarakat di sini karena belum pernah berkunjung sebelumnya. Tapi jika kita melihat potensi yang ada, hal ini sangat menggembirakan. Kunci utamanya saat ini adalah bagaimana kita bisa meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Kresna Budi.
Salah satu aspirasi yang mencuat datang dari nelayan yang membutuhkan bantuan alat tangkap, khususnya jaring sleret. Para peternak juga berharap mendapat dukungan sarana untuk meningkatkan produktivitas usaha.
“Di saat kita bisa meningkatkan pendapatan mereka, rasanya kemakmuran itu akan semakin dekat,” ujar Kresna Budi.
Terkait persoalan bantuan sosial, Kresna Budi menyebut kendala utama berada pada akurasi dan kelengkapan data Desil. Menurutnya, data yang tidak sesuai di lapangan dapat menyebabkan masyarakat kesulitan mengakses program pemerintah.
“Terkait keluhan soal Desil yang menyebabkan masyarakat tidak bisa mengakses bantuan, itu akar masalahnya ada pada data. Terkadang data di lapangan tidak lengkap, sehingga saat disinkronkan ke pusat, datanya tidak nyambung atau tidak masuk,” jelasnya.
Sebagai salah satu solusi, Kresna Budi mendorong masyarakat membentuk kelompok usaha yang memiliki legalitas. Menurutnya, pola tersebut dapat memudahkan pemerintah menyalurkan bantuan program maupun peralatan kepada masyarakat.
“Untuk mengatasi ketimpangan ini, kita harus masuk melalui pembentukan kelompok. Dengan berkelompok, mereka bisa mendapatkan bantuan pemerintah untuk meningkatkan pendapatannya. Itulah program yang harus kita dorong,” tegasnya.
Selain itu, kelompok suka duka atau kifayah juga menyampaikan kebutuhan ambulans. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu warga yang sakit, terutama saat membutuhkan rujukan atau perawatan ke rumah sakit. (red)



