Seririt Bangkit dari Stigma, Perdagangan dan Pertanian Jadi Motor Ekonomi

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Kecamatan Seririt memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi Kabupaten Buleleng. Aktivitas perdagangan, jaringan perbankan, serta potensi pertanian dan perikanan menjadi penopang ekonomi wilayah Bali Utara bagian barat ini. Namun, besarnya potensi tersebut membutuhkan sinergi dan pengelolaan yang lebih terarah agar berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Seririt juga menghadapi tantangan membangun citra wilayah. Daerah ini pernah lekat dengan stigma rawan gesekan hingga dijuluki “kota Texas”. Kini, perubahan sosial dan penguatan kesadaran hukum menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Camat Seririt, I Putu Satriawan, S.H., M.H., menegaskan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Karakter masyarakat yang heterogen justru menjadi kekuatan apabila seluruh elemen mampu membangun komunikasi dan bekerja sama.
“Kuncinya membangun sinergi dengan semua elemen masyarakat,” kata Satriawan, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, kondusivitas wilayah dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hukum menjadi modal penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi. Tanpa stabilitas sosial, potensi perdagangan dan investasi akan sulit berkembang secara optimal.
Dari sisi ekonomi, Seririt memiliki posisi strategis sekitar 21 kilometer di sebelah barat Singaraja. Kawasan ini menjadi simpul perdagangan yang menghubungkan wilayah pesisir, perbukitan, serta sentra pertanian di sekitarnya.
Pasar Seririt menjadi salah satu pusat perputaran barang dari daerah penghasil pertanian, termasuk Busungbiu dan Banjar. Aktivitas ekonomi juga ditopang pertokoan emas, perdagangan kebutuhan pokok, suku cadang kendaraan, serta kehadiran hampir seluruh jaringan perbankan melalui kantor cabangnya.
Meski demikian, geliat perdagangan perlu diimbangi dengan dukungan infrastruktur, kemudahan pelayanan, akses permodalan, dan iklim usaha yang sehat. Tanpa dukungan tersebut, pertumbuhan ekonomi berisiko hanya terkonsentrasi pada sektor dan pelaku usaha tertentu.
Selain perdagangan, pertanian tetap menjadi salah satu penopang ekonomi Seririt. Wilayah ini memiliki sekitar 6.041 hektare lahan kering atau tegalan, 2.062 hektare hutan negara, 1.634 hektare sawah, serta 1.330 hektare perkebunan. Komoditas padi dan palawija menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi produktif masyarakat.
Di sektor perikanan, Desa Pengastulan memiliki potensi hasil laut, baik melalui penangkapan ikan maupun pengolahan menjadi produk bernilai tambah, seperti ikan pindang. Potensi ini membuka peluang pengembangan usaha lokal apabila didukung pemasaran, pengolahan, dan akses pasar yang memadai.
Masyarakatnya memiliki latar belakang sosial dan budaya yang beragam, termasuk komunitas Muslim di sejumlah kampung pesisir dan masyarakat Hindu yang menjadi mayoritas. Dengan wilayah yang terdiri atas 20 desa dan satu kelurahan, Seririt memiliki basis masyarakat dan potensi ekonomi yang beragam. Kerukunan antarumat beragama juga menjadi modal sosial penting untuk menjaga stabilitas dan mendukung aktivitas ekonomi.
Bagi Satriawan, sinergi lintas elemen bukan sekadar upaya menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan fondasi pembangunan berkelanjutan. Tantangannya adalah memastikan potensi perdagangan, pertanian, dan perikanan tidak berhenti sebagai keunggulan wilayah, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga.
“Ke depan, tantangan Seririt tidak hanya mempertahankan kondusivitas sosial, tetapi juga memastikan pertumbuhan perdagangan dan sektor produktif mampu menciptakan peluang kerja serta meningkatkan kesejahteraan warga,” tandas Satriawan. (red)



