Ditintelkam Polda Bali Gandeng IKAI, Perkuat Pencegahan Narkoba dan Pengawasan WNA Lewat Cakrawasi
Polda Bali

DENPASAR – VISIBALI.COM. Ditintelkam Polda Bali memperkuat strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan menggandeng Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI). Kolaborasi ini tak hanya menekankan aspek penindakan, tetapi juga membangun deteksi dini berbasis masyarakat sekaligus mendorong pemulihan bagi korban ketergantungan.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui diskusi terarah, penyuluhan, pelatihan konseling adiksi, hingga pertukaran informasi mengenai tren dan modus terbaru peredaran narkotika. Langkah ini dinilai penting karena dinamika kejahatan narkoba terus berubah dan memerlukan respons yang adaptif, tidak semata mengandalkan penegakan hukum.
Perwakilan Direktur Intelkam, Panit 5 Subdit IV AKP I Nyoman Werdi Kusumajaya, Jumat (13/2/2026) menegaskan bahwa kehadiran konselor adiksi menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan yang lebih komprehensif.
“Dengan melibatkan tenaga profesional, upaya pencegahan bisa menyentuh sisi rehabilitasi dan pemulihan. Jadi bukan hanya berhenti pada proses hukum,” ujarnya.
Selain isu narkoba, kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat pengawasan keberadaan warga negara asing di Bali. Dalam kegiatan yang sama, Ditintelkam mendorong optimalisasi sistem pendataan orang asing berbasis website bernama Cakrawasi.

Melalui sosialisasi ini, instansi pemerintah, pelaku usaha pariwisata, hingga masyarakat diharapkan aktif melaporkan keberadaan orang asing secara tertib dan terstruktur. Data yang terintegrasi diyakini akan memudahkan pemetaan potensi kerawanan serta mempercepat respons aparat bila ditemukan indikasi pelanggaran.
Pihak IKAI menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Organisasi profesi ini menilai edukasi berkelanjutan mengenai bahaya narkoba dan pemanfaatan sistem pelaporan digital seperti Cakrawasi merupakan fondasi penting dalam menjaga Bali tetap aman dan kondusif, terutama sebagai destinasi internasional.
Sosialisasi dan pelatihan serupa, kata mereka, akan terus digelar agar semakin banyak elemen masyarakat memahami peran masing-masing dalam pencegahan peredaran narkotika sekaligus pengawasan orang asing.
Kolaborasi aparat keamanan dan tenaga profesional ini menjadi sinyal bahwa perang melawan narkoba membutuhkan pendekatan bersama: penindakan tegas, rehabilitasi berjalan, serta dukungan data yang akurat. (red)



