Sosialisasi di Denpasar, Tutik Kusuma Wardhani:Program Makan Bergizi Gratis Dorong SDM Sehat dan Ekonomi Lokal
DPR RI

DENPASAR – VISIBALI.COM. Ramainya informasi di media sosial yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis tidak berjalan sesuai harapan mendapat tanggapan dari Anggota Komisi IX DPR RI daerah pemilihan Bali, Tutik Kusuma Wardhani. Ia menegaskan bahwa program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut tetap berjalan dan memiliki tujuan besar dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Hal itu disampaikan Tutik saat menggelar sosialisasi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis di Masjid Besar Al-Muhajirin, Kepaon, Denpasar, Minggu (15/3/2026) malam.
Menurut Tutik, program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh lebih sehat, kuat, dan memiliki daya saing di masa depan.
“Program makan bergizi gratis ini bertujuan membangun sumber daya manusia sejak dini. Anak-anak kita diharapkan tumbuh lebih sehat sehingga mampu bersaing dengan negara lain,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana perbaikan pola makan dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia suatu negara. Negara yang memperhatikan gizi masyarakatnya, kata dia, mampu menghasilkan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Namun Tutik mengakui bahwa pelaksanaan program berskala nasional seperti ini tentu membutuhkan waktu untuk penyempurnaan.
“Kalau dibilang program ini belum sempurna, memang iya. Tapi program ini sedang berjalan dan terus disempurnakan. Karena itu masyarakat juga perlu ikut mengawal,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung percaya terhadap berbagai informasi negatif yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
Jika ditemukan masalah dalam penyediaan makanan, masyarakat dapat melaporkannya melalui pihak sekolah agar dapat segera ditindaklanjuti.
Menurut Tutik, setiap dapur penyedia makanan dalam program tersebut telah memiliki standar operasional yang harus dipatuhi. Karena itu, jika terjadi kasus seperti makanan tidak layak atau keracunan, besar kemungkinan terjadi karena prosedur yang tidak dijalankan dengan benar.
Selain meningkatkan kualitas gizi anak, program ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ia menjelaskan bahwa dapur penyedia makanan diwajibkan membeli bahan pangan dari lingkungan sekitar sehingga dapat mendorong perputaran ekonomi lokal serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Dapur ini harus belanja dari masyarakat sekitar. Jadi bukan hanya anak-anak yang mendapat manfaat gizi, tetapi juga ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelasnya.
Tutik menyebutkan bahwa dana dari pemerintah pusat yang beredar melalui program tersebut di Bali mencapai sekitar Rp3,99 triliun yang sebagian besar digunakan untuk belanja kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan.
Menurutnya, pola makan yang tidak seimbang dapat memicu berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, hingga gagal ginjal.
“Makanan bergizi itu tidak harus mahal. Sayur-sayuran, telur, tempe, dan tahu sudah sangat baik untuk kesehatan jika dikonsumsi dengan porsi yang tepat,” katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, Tutik berharap masyarakat dapat memahami tujuan program Makan Bergizi Gratis sekaligus ikut berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh generasi muda Indonesia. (red)



