TN-TWA Expo 2026 Digelar di Ragunan, Pelaku Pariwisata Bali Barat Ikut Promosi Potensi Konservasi dan Wisata Alam

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Potensi wisata berbasis alam di kawasan Bali Barat mendapat ruang promosi dalam TN-TWA Expo 2026, yang digelar Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, 20–23 Agustus 2026.
Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 tersebut menampilkan berbagai capaian, inovasi, potensi wisata alam, pemanfaatan jasa lingkungan, konservasi spesies dan genetik, pemulihan ekosistem hingga pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah pelaku pariwisata Bali Barat turut ambil bagian dengan memperkenalkan beragam aktivitas wisata berbasis alam. Mulai dari snorkeling dan diving di Pulau Menjangan, hingga wisata darat seperti jungle trekking, bird watching, mangrove tour, safari tour dan cycling.
Pelaku pariwisata Bali Barat, Made Sudarsana, mengatakan keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata alam yang berada di Bali Barat dan kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dan kawasan konservasi lainnya.
“Kami ikut dilibatkan dalam pameran tersebut dengan menampilkan beragam obyek wisata yang ada di kawasan Bali Barat yang didalamnya ada Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dan kawasan konservasi lainnya,” ujar Made Sudarsana, Kamis (20/8/2026).
Pria yang akrab disapa Made Taro itu menilai, Bali Barat memiliki daya tarik wisata yang cukup lengkap karena sebagian besar mengandalkan keindahan alam.
“Obyek parwisata Bali Barat cukup lengkap semua berbasis keindahan alam. Dari snorkeling, diving di Pulau Menjangan maupun jungle trekking, bird watching, mangrove tour, safari tour dan cycling,” sambungnya.

Selain wisata konservasi, Taro, owner Taro Homestay, Dive Center- West Bali Explorer , Menjangan transport ini menyebut keberadaan lumba-lumba (dolphin) di perairan Bali Barat, khususnya kawasan Desa Pemuteran, kini menjadi salah satu potensi yang semakin menarik perhatian wisatawan.
Menurutnya, TN-TWA Expo 2026 menjadi momentum strategis untuk memperluas promosi destinasi wisata alam Bali Barat sekaligus memperkenalkan potensi konservasi kepada pasar yang lebih luas.
“Tentu ini akan menjadi promosi dan menambah khazanah pariwisata berbasis alam di kawasan Bali Barat,” tandasnya.
Ia berharap promosi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata Bali, khususnya Bali Utara, dengan tetap mengedepankan konsep wisata berbasis alam dan konservasi. (red)



