APBD Buleleng Defisit Rp200 Miliar, Pemerintah Pilih Berutang demi Benahi Rumah Sakit

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan pinjaman daerah untuk membiayai revitalisasi dan pemenuhan sarana prasarana RSUD Buleleng. Kebijakan ini membuat APBD diproyeksikan mengalami defisit lebih dari Rp200 miliar.
Wakil Ketua DPRD Buleleng, I Nyoman Gede Wandira Adi, membenarkan rencana tersebut. Menurutnya, keterbatasan ruang fiskal membuat pembangunan rumah sakit dalam skala besar sulit dibiayai melalui anggaran normal, sementara kebutuhan ruang perawatan dan peralatan medis mendesak untuk segera ditangani.
“APBD Buleleng memang mengalami defisit hampir Rp 200 miliar lebih. Rencananya, defisit ini akan ditutupi dari pembiayaan daerah, yakni melalui skema meminjam kepada bank,” ungkap Wandira Adi, Selasa (22/9/2026).
Ia menyebut, rencana pinjaman telah dibahas dan disepakati eksekutif bersama legislatif untuk mempercepat pembenahan RSUD secara menyeluruh. DPRD mendukung langkah tersebut karena pembangunan bertahap berpotensi memperpanjang persoalan pelayanan kesehatan.
“Membangun dan memperbaiki rumah sakit secara komprehensif tentu tidak bisa dilaksanakan sedikit-sedikit atau pelan-pelan. Pemerintah daerah punya keinginan kuat untuk menuntaskan masalah di rumah sakit umum beserta sarana prasarananya. Karena kita anggap ini urgen bagi kebutuhan masyarakat, maka DPRD sepakat untuk mendukungnya,” tegasnya.
Meski demikian, defisit lebih dari Rp200 miliar menuntut strategi pengelolaan anggaran dan pengembalian pinjaman yang terukur. Pemkab Buleleng berencana melakukan efisiensi pada sektor lain agar kewajiban pembiayaan tidak mengganggu program pembangunan berikutnya. Skema pinjaman ini sebelumnya sempat tertunda akibat perubahan perencanaan dan dinamika eksternal, termasuk kenaikan BBM serta konflik global.
“Untuk mekanisme pengembaliannya, nanti akan dipaparkan secara lebih rinci. Namun yang pasti, kita sudah merancang agar seluruh pinjaman ini harus sudah clear (lunas) sebelum masa jabatan Bupati berakhir,” tandas Wandira Adi. (red)



