Aksi Humanis Polsek Seririt, Ibu Hamil Ngidam Ingin Keliling Naik Mobil Patroli Polisi

SINGARAJA- VISIBALI.com – Kantor Polsek Seririt mendadak didatangi pasangan suami istri (pasutri) berasal dari Desa Mayong, Kecamatan Seririt, bukan untuk melaporkan peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), namun untuk menyampaikan keinginan langka yakni keliling naik mobil patroli polisi.
Putu Gede Budiasa, menyampaikan saat ini sang istri Ketut Sri Lesmawati tengah mengandung anak ketiga dengan usia kehamilan jalan 2,5 bulan. Rupanya istri Budiasa sedang mengalami fase mengidam dan memiliki keinginan cukup unik, ia sangat ingin merasakan naik dan berkeliling menggunakan mobil dinas kepolisian.
Melihat keinginan warganya tersebut, personel Polsek Seririt merespons dengan penuh kehangatan. Tanpa birokrasi yang berbelit, petugas langsung mempersilakan pasangan tersebut masuk ke dalam mobil patroli sedan bertuliskan “Quick Response”.
Dengan ramah personil kepolisian menyapa pasangan tersebut dan menanyakan usia kehamilnnya. Petugas pun lantas mengajak mereka berkeliling sejenak di sekitar area Kota Seririt menggunakan mobil patroli dengan lampu rotator menyala.
Sepanjang perjalanan singkat itu, rona bahagia tak henti-hentinya terpancar dari wajah sang ibu hamil. Petugas kepolisian pun turut mendoakan agar sang ibu dan calon bayi senantiasa diberikan kesehatan hingga persalinan nanti.
Kapolsek Seririt Kompol I Ketut Supartha mengatakan apa yang dilakukan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Polisi tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum yang tegas, namun juga sebagai pengayom yang melayani warga dengan hati.
“Polri hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga berbagi kebahagiaan. Kami ingin mewujudkan pelayanan yang humanis,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Rona bahagia pasangan Putu Gede Budiasa dan sang istri Ketut Sri Lesmawati serta respon humanis anggota polisi membuktikan kantor polisi bukan tempat menakutkan namun tempat yang ramah dan terbuka untuk masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.
“Aksi sederhana ini membuktikan kantor polisi bukanlah tempat yang menakutkan, melainkan rumah yang terbuka bagi masyarakat. Bahkan untuk mewujudkan “ngidam” seorang ibu hamil pun polisi tak segan membantu,” tandasnya. (red).



