
TABANAN – VISIBALI.COM- Para nelayan di Pantai Pasut, Desa Tibu-Tibu, Kecamatan Kerambitan, memindahkan jukung dan alat tangkap mereka ke dataran yang lebih tinggi. Mereka mengantisipasi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi empat hari kedepan.
Para nelayan bersam warga sekitar bergotong royong mengangkat dan menggotong perahu ke dataran lebih tinggi mengantisipasi kemungkinan jukung mereka dibawa hanyut gelombang tinggi sekitar 4 meter yang diperkirakan terjadi beberapa hari ke depan.
“Semua jukung sudah ditarik ke tempat yang lebih tinggi kemarin sore ,” tokoh masyarakat di Pantai Pasut, I Ketut Arsana Yasa, pada Selasa 20 januari 2026.
Bukan hanya jukung, alat tangkap seperti bubu atau perangkap lobster juga ikut diamankan agar tidak ikut rusak oleh gelombang tinggi akibat cuaca buruk dan angin kencang.
“Paginya gelombang masih normal sekitar 2,7 meter. Tetapi sore hari sudah memburuk,” ungkap Arsana Yasa.
Menurutnya, ancaman cuaca buruk ini sudah ia beritahukan sejak Kamis 15 Januari 2026 lalu. Namun, baru pada Senin kemarin sore tanda-tanda cuaca buruk mulai terlihat.
“Memang kalau di laporan perkiraan, ketinggiannya (gelombang) sekitar dua setengah meter. Tapi kalau aslinya bisa lebih dari tiga setengah meter,” sebutnya.
Menurutnya, kondisi cuaca yang buruk ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Rabu (21/1) atau tiga hari setelah bulan mati atau tilem.
Khusus di Pantai Pasut saja, sambung dia, ada empat kelompok nelayan yang anggotanya secara keseluruhan hampir seratus orang.
“Imbauan ini juga sudah saya sampaikan ke grup-grup nelayan di tempat lainnya. Termasuk japri (jalur pribadi) ke ketua-ketua kelompok nelayan,” ungkapnya.
Selain membantu memindahkan jukung dari tepi pantai ke dataran yang agak tinggi, Sadam juga mengimbau para nelayan agar tidak nekat melaut sementara waktu.
Kondisi yang sama juga diungkapkan Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Yeh Gangga, Kecamatan Tabanan, I Made Wita.
Ia menyebutkan bahwa sekitar seratus nelayan di wilayahnya sudah menarik semua jukung mereka ke dataran yang lebih tinggi. Selain mengamankan kendaraan utama menuju tengah laut, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan berkala di area pesisir.
“Kami melakukan patrol rutin siang malam untuk memastikan alat tangkap kami aman,” pungkasnya.(red)



