
TABANAN – VISIBALI.COM — Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, menjadi lokasi pelaksanaan vaksinasi rabies emergency setelah ditemukannya seekor anjing yang dinyatakan positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium. Langkah cepat ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit rabies yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Kegiatan vaksinasi rabies emergency tersebut dilaksanakan oleh Tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) bersama Puskeswan III Kabupaten Tabanan pada Kamis 29 Januari 2026. Pelaksanaan vaksinasi difokuskan pada wilayah terdampak guna memutus rantai penularan rabies sejak dini.
Vaksinasi dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Tim kesehatan hewan menyasar anjing-anjing milik warga di Desa Munduk Temu, khususnya di wilayah Munduk Temu Kelod. Dari estimasi populasi sebanyak 210 ekor anjing, sebanyak 141 ekor berhasil divaksin dalam kegiatan tersebut.
Selain vaksinasi, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, serta langkah-langkah pencegahan penyebaran rabies. Warga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung, mengajukan pertanyaan, dan memperoleh informasi yang benar terkait penyakit rabies dan penanganannya.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, S.Pi., M.M, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat tim di lapangan serta dukungan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
“Pelaksanaan vaksinasi rabies emergency ini merupakan langkah penting dan strategis dalam melindungi kesehatan masyarakat serta menekan risiko penyebaran rabies. Kami mengapresiasi sinergi antara tim kesehatan hewan, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan upaya pengendalian rabies secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Tabanan.
Dengan dilaksanakannya vaksinasi rabies emergency ini, diharapkan masyarakat Desa Munduk Temu dapat merasa lebih aman dan terlindungi dari ancaman rabies, sekaligus mencegah penyebaran penyakit tersebut ke wilayah lain di Kabupaten Tabanan. (red)



