Cegah Kasus Keracunan, Tutik Kusuma Wardani Awasi Langsung Dapur Program Makan Bergizi di Karangasem
DPR RI

KARANGASEM – VISIBALI.COM. Maraknya kasus keracunan makanan di sejumlah daerah membuat Anggota DPR RI Dapil Bali, Tutik Kusuma Wardani, turun langsung meninjau dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Padang Kerta, Kabupaten Karangasem, Minggu (12/10/225).
Dalam kunjungan tersebut, Tuti memastikan proses memasak, penyajian, dan distribusi makanan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah. Ia ingin memastikan bahwa setiap hidangan yang diterima siswa benar-benar aman dan higienis.
“Sepanjang semua memenuhi SOP dan standarnya, saya kira aman. Apalagi sekarang pengawasan dilakukan banyak instansi terkait, mulai dari Pemda, Dinas Kesehatan, hingga berbagai forum masyarakat yang ikut membantu,” ujar Tuti. “Saya yakin untuk di Bali, program ini akan berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Kepala SPPG Padang Kerta menjelaskan, dapur tersebut saat ini melayani sekitar 2.734 siswa dari empat sekolah. Hingga kini, pelaksanaan program di wilayahnya belum menemui kendala berarti.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah, sekaligus mencegah terjadinya kasus kekurangan gizi atau stunting.
Tutik menyebut, program ini merupakan langkah nyata dalam mengatasi apa yang ia sebut sebagai “Paradoks Indonesia”—yakni kondisi di mana negeri dengan kekayaan alam melimpah masih menghadapi persoalan gizi anak-anak.
“Peningkatan kualitas gizi anak-anak sangat krusial untuk masa depan bangsa,” tegasnya. “Dengan gizi yang baik, kita sedang menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.”
Ia menambahkan, generasi muda yang sehat dan berdaya pikir tinggi akan menjadi motor penggerak kemajuan bangsa. Karena itu, ia mendorong agar pengawasan dan edukasi tentang keamanan pangan di sekolah terus diperkuat, tak hanya oleh pemerintah tetapi juga masyarakat dan orang tua.



