Sosialisasi Empat Pilar di Dwijendra, Tutik Tekankan Pentingnya Wawasan Kebangsaan
DPR/MPR RI

DENPASAR – VISIBALI.COM. Anggota DPR/MPR RI periode 2024–2029, Tutik Kusuma Wardhani, menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan melalui pemahaman Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan “Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI” yang digelar di Yayasan Dwijendra Denpasar, Senin (15/12/2025).
Dalam pemaparannya, Tutik menjelaskan bahwa setiap bangsa memiliki wawasan kebangsaan sebagai pandangan hidup bersama, termasuk Indonesia. Wawasan kebangsaan mencerminkan sikap dan kepribadian bangsa yang berlandaskan rasa cinta tanah air, menjunjung persatuan dan kesatuan, serta semangat kebersamaan dalam membangun masa depan bangsa.
Indonesia, kata Tutik, memiliki empat pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar konstitusional, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.
“Empat pilar ini ibarat tiang penyangga sebuah bangunan. Tanpa tiang yang kokoh, bangunan tidak akan berdiri dengan kuat. Begitu pula negara, Empat Pilar Kebangsaan menjadi fondasi utama yang memberi rasa aman dan tenteram dalam kehidupan bernegara,” ujar Tutik.
Ia menegaskan, sebagai anggota MPR RI, dirinya memiliki mandat konstitusional untuk menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat. Tugas tersebut diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, yang mengatur kewajiban anggota MPR untuk memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, serta Ketetapan MPR RI melalui program Sosialisasi Empat Pilar.

Sebagai wakil rakyat asal Bali, Tutik mengaku bangga dapat kembali hadir di lingkungan Yayasan Dwijendra. Ia mengapresiasi peran lembaga pendidikan tersebut dalam mencetak sumber daya manusia Bali yang unggul secara akademik sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai luhur agama Hindu, adat istiadat, dan budaya Bali.
“Saya berharap adik-adik mahasiswa dan seluruh siswa Yayasan Dwijendra senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur dan semangat Pancasila di mana pun berada. Dengan begitu, kehidupan bermasyarakat akan selalu diwarnai semangat gotong royong, kerukunan, dan toleransi,” ujarnya.
Menurut Tutik, nilai-nilai tersebut menjadi kunci terciptanya kehidupan yang rukun dan damai, khususnya di Bali yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman budaya dan sosial yang kuat.
Dalam kesempatan itu, Tutik juga memaparkan perannya di parlemen. Saat ini, ia bertugas di Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial. Tugas utamanya meliputi penyusunan dan pembahasan kebijakan, serta pengawasan pelaksanaan program pemerintah di sektor-sektor tersebut. (foto/ist)



