
DENPASAR – VISIBALI.COM. Pertumbuhan ekonomi Bali dinilai tetap solid meski terjadi penyesuaian struktur belanja dalam APBN 2025. Hal tersebut mengemuka dalam forum “Bali Fiscal Insight” bertema Refleksi APBN 2025: Milestone Penguatan Fiskal 2026 yang digelar di Denpasar, Kamis (18/12/2025).
Kepala DJPb Provinsi Bali Muhamad Mufti Arkan mengatakan, penurunan transfer ke daerah (TKD) tidak signifikan memengaruhi kinerja ekonomi Bali. Meski TKD diperkirakan turun sekitar 15 persen, belanja kementerian dan lembaga yang dikelola langsung di Bali justru naik 11,9 persen.
“Secara keseluruhan, penurunan belanja pusat ke Bali hanya sekitar tiga persen. Kami optimistis tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi Bali,” ujar Mufti.
Hingga triwulan III 2025, ekonomi Bali tumbuh 5,88 persen (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen. Inflasi Bali pada November 2025 juga terkendali di 2,51 persen, masih dalam sasaran nasional.
Mufti menambahkan, perubahan struktur belanja diarahkan pada belanja modal dan infrastruktur, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, guna memperkuat dampak ekonomi jangka panjang. Konsumsi masyarakat dinilai tetap terjaga, didukung momentum pariwisata akhir tahun dan rendahnya tingkat kemiskinan serta pengangguran di Bali.
Dekan FEB Universitas Udayana sekaligus “Local Expert” Kementerian Keuangan Bali Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari menegaskan, kunci pertumbuhan bukan pada besaran anggaran, melainkan kualitas dan ketepatan alokasi belanja.
“Belanja yang produktif dan disiplin waktu akan memberi dampak ekonomi lebih besar dibandingkan sekadar menambah anggaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Provinsi Bali Darmawan menyebut penyerapan anggaran dan manajemen pembiayaan masih menjadi tantangan, terutama karena pola penerimaan pajak yang tidak merata sepanjang tahun.
Bali Fiscal Insight digelar sebagai forum sinergi pusat dan daerah dalam mengevaluasi kinerja APBN 2025 sekaligus menyiapkan pelaksanaan APBN 2026, yang ditetapkan dengan defisit 2,68 persen terhadap PDB.
“Hingga 30 November 2025, pendapatan negara di Bali mencapai Rp20,13 triliun, sementara belanja negara terealisasi Rp19,69 triliun,” tutupnya. (wie)



