
SINGARAJA – VISIBALI.COM – Kabupaten Buleleng mencatat capaian 64,3 persen dalam pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) per 30 Agustus 2026. Dari total 269.323 kepala keluarga (KK), sebanyak 173.185 KK telah melakukan pendaftaran.
Buleleng menempati peringkat kedua dari 43 daerah dalam pembaruan data tersebut, di bawah Kabupaten Bangli yang mencapai 70,09 persen atau 55.479 dari 79.158 KK. Posisi berikutnya ditempati Jembrana dengan 57,18 persen.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pendataan yang terus dilakukan bersama berbagai pihak.
“Pendataan ini terus kami dorong agar cakupannya semakin luas. Data yang semakin lengkap dan akurat akan sangat membantu pemerintah dalam memastikan program perlindungan sosial diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” ujar Kariaman, Minggu (30/8/2026).
Ia menegaskan, pendataan tidak hanya mengejar jumlah, tetapi memastikan data sesuai kondisi masyarakat agar bantuan sosial tepat sasaran. Percepatan dilakukan melalui Agen Perlinsos Desa/Kelurahan dan ASN pada setiap OPD, termasuk pelayanan di balai banjar, kantor desa/kelurahan hingga metode door to door.
“Yang kami kejar bukan hanya jumlahnya, tetapi bagaimana data tersebut benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan. Karena itu, proses pendataan dan pemutakhiran harus dilakukan dengan baik,” tegasnya.
Di tingkat kecamatan, Gerokgak menjadi wilayah dengan capaian tertinggi sebesar 68,41 persen, disusul Busungbiu 66,67 persen, Sukasada 66,54 persen, Banjar 65,43 persen, dan Buleleng 64,62 persen. Selanjutnya Seririt 63,76 persen, Kubutambahan 63,13 persen, Tejakula 62,35 persen, dan Sawan 57,81 persen.
Kariaman menambahkan, masyarakat yang merasa hasil pendataan tidak sesuai kondisi sebenarnya dapat mengajukan sanggahan melalui Agen Perlinsos Desa/Kelurahan atau SDM PKH.
“Misalnya dinyatakan memiliki kendaraan roda empat atau memiliki aset tanah, maka segera meminta pendampingan dengan Agen Perlinsos Desa/Kelurahan maupun SDM PKH sehingga program dapat diterima dan tepat sasaran,” tandasnya. (red).



