
MAGELANG – VISIBALI.COM. Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional, khususnya beras, dalam kondisi aman dan terkendali. Hal ini tercermin dari besarnya cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum BULOG, yang kini mencapai 4,88 juta ton secara nasional.
Kepastian tersebut ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang BULOG Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026). Sidak dilakukan usai Presiden memberikan pengarahan kepada para Ketua DPRD se-Indonesia.
Dalam kunjungannya, Presiden ingin memastikan secara langsung kesiapan cadangan pangan nasional, baik dari sisi ketersediaan maupun distribusi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. “Presiden ingin memastikan bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Secara nasional, Perum BULOG saat ini mengelola 1.540 unit gudang dengan kapasitas riil mencapai lebih dari 3 juta ton. Untuk mengantisipasi lonjakan stok, BULOG juga memanfaatkan gudang tambahan melalui skema sewa, pinjam pakai, hingga kerja sama jasa pergudangan. Tercatat, sebanyak 1.254 unit gudang tambahan dengan kapasitas sekitar 2,68 juta ton telah dioptimalkan.
Langkah ini membuat seluruh stok beras dapat tersimpan dengan baik dan tersebar merata di berbagai wilayah Indonesia.
Di tingkat daerah, kondisi serupa juga terjadi di Bali. Gudang BULOG di seluruh kabupaten/kota dilaporkan telah terisi penuh, menandakan kesiapan stok yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil Bali, Muhamad Anwar, menyebutkan bahwa saat ini stok beras di Bali mencapai sekitar 13 ribu ton. Jumlah tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan. “Optimalnya keterisian gudang menjadi cerminan keberhasilan penugasan pemerintah dalam penyerapan hasil produksi dalam negeri, sekaligus memastikan negara hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian ini tidak lepas dari strategi penyerapan gabah dan beras yang dilakukan secara aktif oleh BULOG. Dengan target nasional mencapai 4 juta ton setara beras, BULOG menerapkan pola “jemput bola” dengan turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi, serta menggandeng mitra kerja di berbagai daerah.
Di Bali sendiri, realisasi penyerapan telah mencapai 92,4 persen dari target 3.786 ton, atau setara 3.419 ton beras.
Dengan kondisi stok yang melimpah dan sistem distribusi yang terus diperkuat, pemerintah berharap kepercayaan publik terhadap pengelolaan cadangan pangan nasional semakin meningkat. Di saat yang sama, stabilitas pasokan dan harga beras juga diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika kebutuhan masyarakat. (red)



