Berkelanjutan dan Produktif, Lapas Tabanan Kembali Panen Terong

TABANAN – VISIBALI.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali melaksanakan panen terong di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas sebagai wujud keberhasilan program ketahanan pangan yang dijalankan secara berkelanjutan, Kamis 25 Juni 2026.
Kegiatan yang melibatkan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Ketahanan Pangan bersama Warga Binaan ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Tabanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Panen terong yang dilaksanakan di SAE Kebun Lapas tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dijalankan oleh Lapas Tabanan.
Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diberikan keterampilan di bidang pertanian mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen sebagai bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat.
Pada panen kali ini, total hasil panen mencapai 13 kilogram yang selanjutnya dipasarkan kepada pembeli dengan harga Rp7.000 per kilogram.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan bahwa keberhasilan panen yang dilaksanakan secara berkelanjutan menunjukkan program ketahanan pangan di Lapas Tabanan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal.
“Keberhasilan panen yang dilakukan secara berkelanjutan ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan di Lapas Tabanan berjalan dengan sukses. Selain mendukung program pemerintah melalui Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan,” ujar Prawira.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pokja Ketahanan Pangan, Nur Bagus Wahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian yang dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata, namun juga sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan mengembangkan kemandirian Warga Binaan.
“Melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan, kami berharap mereka memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana sehingga mampu meningkatkan kualitas hidupnya,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan yang bekerja di SAE Kebun Lapas, Koming, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti kegiatan pertanian.
“Selama bekerja di SAE Kebun, saya belajar banyak tentang cara bercocok tanam mulai dari menanam, merawat hingga memanen. Saya senang dan bangga karena hasil yang kami kerjakan bersama teman-teman akhirnya dapat dipanen dan memberikan hasil yang baik,” ungkapnya. (red)



