Perumda MGS Badung Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Kolaborasi Desa Adat dan UMKM
Perumda MGS Badung

BADUNG — VISIBALI.COM. Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan biasanya mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Badung melalui berbagai langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program pasar murah bersubsidi yang digelar Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung di Banjar Penyarikan, Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (13/6/2026).
Tidak hanya menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, desa adat, koperasi, pelaku usaha lokal, dan UMKM. Bahkan, masyarakat juga mendapatkan pembagian daging secara gratis melalui dukungan pengusaha lokal bersama Koperasi Ngardi Rahayu Banjar Penyarikan.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang hadir bersama Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung, Kompiang Gede Pasek Wedha. Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung A.A. Sagung Rosyawati serta perwakilan Bank Indonesia, Asisten Direktur Bank Indonesia Hero Wonida.
Hadir pula Bendesa Adat Bualu I Made Suarma, Kelian Adat Banjar Penyarikan I Made Nuryana, ST., Kepala Lingkungan Banjar Penyarikan I Nyoman Sueta, General Manager Koperasi Ngardi Rahayu Bali I Putu Candra Satryastina, SPd.H., M.Pd., jajaran pengurus, pengawas, penasehat koperasi, serta seluruh krama Banjar Adat Penyarikan.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi langkah inovatif masyarakat Banjar Penyarikan yang mampu menghadirkan pasar murah dengan melibatkan berbagai unsur ekonomi lokal.
Menurutnya, kolaborasi antara desa adat, koperasi, pelaku usaha, dan Perumda MGS menjadi contoh nyata bagaimana pengendalian inflasi dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Saya sangat mengapresiasi inovasi Banjar Penyarikan yang mampu menghadirkan pasar murah dan bahkan memberikan daging gratis kepada masyarakat melalui sinergi para pengusaha lokal dan koperasi. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk mengembangkan pola serupa di seluruh banjar di Kabupaten Badung,” ujar Adi Arnawa.
Ia menegaskan, pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan upaya menjaga daya beli masyarakat serta memperkuat keberlangsungan ekonomi lokal.
“Ketika daya beli masyarakat terjaga, UMKM juga akan tetap eksis. Karena itu, pemerintah akan mengkaji pola kolaborasi seperti yang dilakukan Banjar Penyarikan agar dapat diterapkan lebih luas sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung, Kompiang Gede Pasek Wedha, mengatakan program pasar murah bersubsidi merupakan bagian dari dukungan Perumda MGS terhadap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Badung.
Menurutnya, kehadiran pasar murah tidak hanya bertujuan menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan berbagai kekuatan ekonomi masyarakat.
“Perumda MGS ingin membangun ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir. Kami dapat menjadi off taker bagi produk-produk UMKM maupun hasil produksi masyarakat desa, sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” jelas Pasek Wedha.
Ia menambahkan, kerja sama dengan koperasi, BUMDes, hingga Badan Usaha Kredit Desa (BUKD) menjadi bagian dari strategi memperkuat rantai ekonomi masyarakat.
Melalui pola kolaborasi tersebut, Perumda MGS optimistis ketahanan pangan daerah dapat semakin kuat, sementara perputaran ekonomi masyarakat terus berkembang.
“Dengan kolaborasi bersama wadah ekonomi desa, kami optimistis ketahanan pangan daerah dapat diperkuat. Ini menjadi langkah konkret membangun sistem ekonomi yang saling mendukung antara masyarakat, UMKM, desa adat, dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Pasar murah bersubsidi di Banjar Penyarikan menjadi salah satu contoh bagaimana sinergi berbagai pihak dapat menghadirkan solusi langsung bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan menjelang hari raya, program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.(wie)



