Kecamatan Gerokgak Tertinggi, Sawan Terendah, Pendataan Perlinsos Buleleng Capai 38,88 Persen

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng terus mempercepat pendataan masyarakat melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Hingga 22 Juli 2026, sebanyak 104.709 kepala keluarga (KK) telah terdata dari total 269.323 KK, atau mencapai 38,88 persen.
Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., mengatakan pendataan tersebut mencakup 832.299 jiwa yang tersebar di 148 desa dan kelurahan di Kabupaten Buleleng.
“Pendataan melalui Portal Perlinsos menjadi langkah penting agar data penerima bantuan sosial benar-benar akurat, valid, dan sesuai kondisi riil di lapangan. Karena itu kami terus mendorong seluruh desa dan kelurahan untuk mempercepat proses pendataan sehingga seluruh masyarakat yang berhak dapat terakomodasi dalam basis data perlindungan sosial,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Berdasarkan capaian per kecamatan, Gerokgak menjadi wilayah dengan progres tertinggi, yakni 16.534 KK atau 50,20 persen, disusul Seririt (44,71 persen), Kubutambahan (40,91 persen), Busungbiu (39,65 persen), Buleleng (38,25 persen), Tejakula (38,03 persen), Sukasada (35,24 persen), Banjar (32,45 persen), dan Sawan menjadi yang terendah dengan 8.828 KK atau 32,13 persen.
Kariaman menegaskan keberhasilan pendataan tidak hanya bergantung pada petugas lapangan, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang benar dan lengkap.
“Kami mengajak masyarakat untuk mendukung proses pendataan ini dengan memberikan informasi yang sesuai kondisi sebenarnya. Data yang akurat akan menjadi dasar pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan menyalurkan berbagai program perlindungan sosial secara tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, Dinsos P3A akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap progres pendataan di seluruh kecamatan agar target registrasi dapat tercapai.
“Harapannya, semakin banyak keluarga yang terdata, maka kualitas basis data sosial di Kabupaten Buleleng akan semakin baik. Hal ini sangat penting sebagai fondasi dalam penyelenggaraan berbagai program kesejahteraan sosial di masa mendatang,” tandasnya. (red).



