
SINGARAJA – VISIBALI.COM – Tujuh hari pencarian Gede Adimas Raditya Wibawa, bocah berusia 11 tahun yang terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, Bali, berakhir tanpa hasil. Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian pada Rabu (30/9/2026).
Penghentian operasi dilakukan di Kantor Desa Gerokgak setelah seluruh area yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban disisir sejak pencarian dimulai pada Kamis (24/9/2026).
Koordinator Pos SAR Buleleng, Dony Indrawan, mengatakan seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal. Namun hingga hari ketujuh, keberadaan Gede Adimas belum berhasil ditemukan.
“Operasi SAR hari ini kita hentikan dan akan dilanjutkan pemantauan serta koordinasi dengan kelompok kelompok nelayan yang berada di pesisir utara pantai Gerokgak,” terang Dony Indrawan.
Menurut Dony, pencarian tidak hanya dilakukan melalui jalur laut. Tim juga menyisir wilayah daratan yang dianggap memiliki kemungkinan berkaitan dengan keberadaan korban.
“Tadi SRU laut sudah melaksanakan pencarian dengan luas area mencapai 40 NM², sedangkan penyisiran darat sejauh 5 km,” ungkapnya.
Ia menegaskan, sejak hari pertama operasi SAR digelar, seluruh lokasi yang dicurigai telah menjadi sasaran pencarian. Berbagai unsur SAR juga dikerahkan untuk memperluas upaya menemukan korban.
“Setelah tujuh hari pencarian, tanda-tanda keberadaan Gede Adimas belum ditemukan,” tambahnya.
Meski operasi resmi dihentikan, upaya pemantauan tetap dilakukan. Kantor Pencarian dan Pertolongan memastikan operasi SAR dapat kembali dibuka apabila nantinya ditemukan informasi, tanda, maupun petunjuk baru yang mengarah pada keberadaan korban.
Penghentian operasi tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya. Ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam pencarian.
“Terima kasih atas dedikasi serta kerja keras seluruh tim di lapangan, semoga semangat kemanusiaan dapat terus dilaksanakan di kemudian hari,” ungkapnya.
Selama operasi berlangsung, pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Brimob Batalyon Kompi C Sat Brimob Polda Bali, Pol Airud Polda Bali, Pol Air Polres Buleleng, Polsek Gerokgak, Koramil 1609-08 Gerokgak, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Gerokgak.
Selain itu, TNI AL Pos Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang, aparat Kecamatan Gerokgak, aparat Desa Gerokgak, PT Cendana Indopearls, Bhuana Bali Rescue, keluarga korban serta masyarakat setempat turut ambil bagian dalam pencarian.
Meski operasi pencarian hari ketujuh dihentikan, pemantauan di wilayah pesisir utara Gerokgak akan tetap dilakukan melalui koordinasi dengan kelompok nelayan.
“Jika muncul petunjuk baru, proses pencarian dan evakuasi dapat kembali dilaksanakan,” tandasnya.(red)



