Jelang Idul Adha, Permintaan Sapi Kurban Melonjak, Pedagang Kewalahan Penuhi Pesanan

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Mendekati Hari Raya Idul Adha, lonjakan permintaan hewan kurban, khususnya sapi, mulai dirasakan para pedagang di Buleleng. Tingginya pesanan bahkan membuat sejumlah saudagar kewalahan memenuhi kebutuhan pasar.
Salah satu pedagang sapi asal Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Made Taro, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan sudah terasa sejak beberapa pekan terakhir dan diprediksi terus meningkat hingga hari raya tiba.
“Ada lonjakan permintaan dalam dua pekan terakhir dan ini kemungkinan masih terus akan ada peningkatan hingga menjelang hari raya (Idul Adha),” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Ia menyebut pesanan datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Depok, Bekasi, Banten, Solo, Yogyakarta, Bogor hingga Banjarmasin. Distribusi sapi dilakukan melalui jalur darat dengan jumlah yang terus bertambah.
“Yang sudah terkirim sebanyak 500-an ekor. Dan ini masih terus ada permintaan,” imbuhnya.
Adapun bobot sapi yang diminati cukup bervariasi, berkisar antara 200 hingga 400 kilogram bahkan lebih. Kondisi ini, menurut Taro, menjadi peluang besar bagi peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Kisaran harga rata-rata mulai dari diangka Rp 14 juta keatas. Dan biasanya terus naik menjelang hari raya,” ucapnya.
Ia juga menilai meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga sapi Bali di pasaran, sekaligus membuka peluang kerja di sektor peternakan dan distribusi.
“Ada momentum yang sangat baik untuk peternak saat melepas sapi-sapinya memenuhi permintaan pasar. Nah, kesempatan saat ini momentumnya, paling tidak ada penguatan produk lokal dan yang terpenting memutar ekonomi rakyat,” tandasasnya. (red)



