Inisiasi FINNS Bali “Paddle Against Poverty” Gelombang Kepedulian dari Bali untuk Flores
FINNS Bali

BADUNG — VISIBALI.COM. Suasana berbeda terasa di kawasan Pantai Berawa, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (20/6/2026) pagi. Deretan papan paddle yang melaju di atas permukaan laut bukan sekadar menghadirkan aktivitas olahraga air, tetapi membawa misi kemanusiaan untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di pedalaman Flores.
Lebih dari 30 peserta dari berbagai negara ambil bagian dalam kegiatan “Paddle Against Poverty”, sebuah aksi sosial yang menggabungkan semangat olahraga dengan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.
Melalui kayuhan papan paddle di perairan Pantai Berawa, para peserta ikut menggalang dukungan untuk pembangunan fasilitas air bersih, peningkatan akses pendidikan, serta program pemberdayaan masyarakat di Flores.
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi “Recreation Foundation” dan “FINNS Bali” ini menjadi salah satu bentuk gerakan sosial berbasis olahraga yang bertujuan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar.
ESG Manager FINNS Bali, M. Abdul Manaf, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi media yang efektif untuk membangun kepedulian sekaligus menghubungkan banyak pihak dalam menghadirkan perubahan positif.
“Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas air bersih, peningkatan akses pendidikan, serta program pemberdayaan masyarakat di Flores,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Sponsor and Marketing Right Reasons Foundation, Gisca Wisnu Stannia, mengungkapkan inisiatif Paddle Against Poverty berangkat dari kepedulian setelah melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah pedalaman Flores.

Ia menyebut masih terdapat sejumlah komunitas yang menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar, khususnya akses terhadap air bersih.
Sebagian masyarakat, kata dia, masih mengandalkan air hujan maupun sumber mata air alami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain persoalan air bersih, tantangan lain yang dihadapi adalah sektor pendidikan. Keterbatasan fasilitas dan akses menyebabkan masih rendahnya tingkat kelulusan masyarakat hingga jenjang sekolah menengah atas.
“Tahun lalu kami berhasil membangun satu sumur air bersih. Tahun ini kami ingin memperluas dampak dengan membangun sumur dan sekolah sehingga masyarakat memiliki kesempatan hidup yang lebih baik,” kata Gisca.
Paddle Against Poverty menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga tidak hanya berbicara mengenai kompetisi dan gaya hidup sehat, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan solidaritas sosial.
Melalui aksi ini, para peserta dari berbagai latar belakang dan negara bersama-sama mengirimkan pesan bahwa kepedulian dapat tumbuh dari berbagai cara, termasuk melalui aktivitas di atas papan paddle.
Gelombang kecil yang tercipta dari kayuhan para peserta di Pantai Berawa diharapkan mampu membawa dampak besar bagi masyarakat Flores, khususnya dalam menghadirkan akses air bersih, pendidikan, dan peluang pemberdayaan yang lebih baik.
Bagi penyelenggara, Paddle Against Poverty bukan sekadar kegiatan olahraga air, melainkan sebuah gerakan bersama untuk menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. (wie)



