Pesan Idul Adha dari Ustaz Bathin: Refleksi Ketaatan Nabi Ibrahim dan Berbakti pada Orang Tua

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Umum Seririt, Rabu (27/5/2026). Ratusan jemaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Seririt mengikuti prosesi tersebut.
Salat Idul Adha dipimpin Imam Ustaz Faishal Akbar dengan khatib Ustaz Dani Khairul Bathin. Dalam khutbahnya, Ustaz Bathin mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum refleksi tentang makna ketaatan, pengorbanan, dan bakti kepada orang tua.
“Kalimat takbir ‘Allahu Akbar’ bukan sekadar untuk memeriahkan hari raya. Itu adalah pengingat bahwa manusia adalah makhluk lemah dan hanya Allah SWT yang Maha Besar,” ujar Ustaz Bathin.
Dalam khutbahnya, ia menyoroti masih banyaknya umat yang lalai menjalankan salat dan kurang memberi perhatian kepada orang tua karena sibuk urusan duniawi.
“Kita tahu meninggalkan salat itu dilarang, tetapi terkadang kita justru berani meninggalkannya. Kita juga tahu berbakti kepada orang tua adalah perintah, namun sering terlena oleh pekerjaan dan urusan dunia,” ungkapnya.
Ustaz Bathin juga mengangkat kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai teladan tentang keikhlasan dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT.
“Nabi Ibrahim rela mengorbankan anak semata wayangnya demi menjalankan perintah Allah. Sedangkan kita hanya diminta meluangkan beberapa menit untuk salat lima waktu, tetapi masih sering disepelekan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menanamkan pendidikan agama kepada anak sejak dini agar menjadi generasi yang mampu membawa kebaikan bagi orang tua di dunia maupun akhirat.
“Ada hikmah besar dari kisah Nabi Ibrahim, yakni keberanian berkorban demi menjalankan perintah Allah dan kewajiban mendidik anak dengan ilmu agama,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Seririt, Ainur Rofik, menyampaikan antusiasme masyarakat dalam berkurban tahun ini cukup tinggi.
Ia menyebut total hewan kurban yang dihimpun dari berbagai masjid, majelis taklim, dan organisasi keagamaan di wilayah Seririt mencapai 45 ekor sapi dan 44 ekor kambing.
“Penyalur hewan kurban terbanyak berasal dari jemaah Masjid Raya Seririt, yakni 12 ekor sapi dan 13 ekor kambing,” jelas Ainur Rofik. (red).



