Wamendiktisaintek Dorong Kampus Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Kampus tidak hanya berfungsi mencetak lulusan dan menghasilkan penelitian, tetapi juga dituntut menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Senin (15/6/2026). Konsorsium tersebut melibatkan 14 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali yang memiliki program studi kependidikan.
Menurut Fauzan, hasil penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi harus mampu memberikan manfaat langsung dan tidak berhenti sebatas konsep maupun prototipe.
“Perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Hasil riset tidak boleh berhenti sebagai prototipe, tetapi harus bisa diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung,” tegas Fauzan.
Ia berharap terbentuknya konsorsium ini dapat menjadi wadah kolaborasi antarkampus dalam memperkuat peran perguruan tinggi menghadapi berbagai tantangan pendidikan di Bali. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada keseriusan dalam membangun sektor pendidikan, sehingga sinergi antarperguruan tinggi menjadi hal yang sangat penting.
Fauzan menilai berbagai sumber daya, keahlian, dan hasil riset yang dimiliki perguruan tinggi akan lebih optimal apabila dikelola melalui kolaborasi yang kuat dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki banyak ahli dan potensi besar. Melalui kolaborasi, seluruh potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Inilah esensi Kampus Berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, menyambut positif terbentuknya Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali. Menurutnya, kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di Pulau Dewata.
Konsorsium ini beranggotakan 14 perguruan tinggi yang memiliki program studi kependidikan, yakni Universitas Pendidikan Ganesha, Institut Mpu Kuturan Singaraja, IKIP Saraswati Tabanan, Universitas Hindu Indonesia (UNHI), UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Dwijendra, Universitas Panji Sakti Singaraja, Institut Teknologi dan Pendidikan (ITP) Markandeya Bali, Universitas Triatma Mulya (UNTRIM), Universitas Dhyana Pura Bali, STKIP Agama Hindu Singaraja, serta STKIP Agama Hindu Amlapura.
Melalui konsorsium tersebut, diharapkan kolaborasi antarkampus semakin kuat sehingga mampu menghasilkan berbagai inovasi dan solusi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta pembangunan daerah di Bali. (red)



