Gus Muhaimin Sampaikan Duka, Utus Ketua DPC PKB Buleleng Temui Keluarga Korban di Sidatapa

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr. (HC). Drs. A. Muhaimin Iskandar, menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam atas meninggalnya KD, warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, usai diduga terpergok mencuri seekor ayam.
Sebagai bentuk kepedulian, pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu mengutus Ketua DPC PKB Kabupaten Buleleng, H. Mulyadi Putra, untuk menemui langsung keluarga korban di rumah duka, Senin (27/7/2026). Selain itu, Gus Muhaimin juga menyempatkan diri berkomunikasi melalui sambungan video call dengan anak-anak korban, di antaranya Komang Kesya Puspita Putri beserta dua kakaknya, guna memberikan semangat dan dukungan moril.
“Saya diminta langsung oleh Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin, untuk datang menemui keluarga korban di Desa Sidatapa dan menyampaikan belasungkawa atas musibah yang mereka alami,” ujar H. Mulyadi.
Mulyadi mengatakan, dirinya juga mendapat penugasan dari Ketua DPW PKB Bali, Dr. Iman Sukri, untuk hadir di tengah keluarga korban sebagai bentuk empati sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang berduka.
“Saat bertemu dengan keluarga, Ketum Gus Muhaimin sempat berdialog langsung melalui video call dengan anak-anak korban. Kami juga menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian untuk sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” imbuh Anggota DPRD Buleleng tersebut.

Selain menyampaikan belasungkawa, Mulyadi berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan sehingga memberikan rasa keadilan bagi seluruh pihak, terutama keluarga korban.
“Intinya kami sangat prihatin. Kami berharap aparat penegak hukum menangani kasus ini dengan sebaik-baiknya dan tidak ada lagi siapa pun yang bertindak di luar koridor hukum. Semua persoalan harus diselesaikan melalui proses hukum yang berlaku,” tegasnya.
Untuk diketahui, KD meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa usai terpergok mencuri ayam milik warga di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, sepeda motor korban juga sempat dibakar massa.
Korban meninggalkan seorang istri, Putu Dewi Suryantini, serta tiga orang anak, yakni Putu Yoni Riskiani, Kadek Dea Sekar Sari, dan Komang Kesya Puspita Putri, yang kini harus menjalani kehidupan tanpa sosok kepala keluarga. (red).



