Jalan Kakaktua-Pattimura Direvitalisasi, Pemkab Buleleng Siapkan Rp2 Miliar Atasi Jalan Rusak dan Banjir

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Persoalan jalan rusak dan genangan air di kawasan padat penduduk Kota Singaraja mulai mendapat penanganan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mengalokasikan anggaran lebih dari Rp2 miliar untuk merevitalisasi Jalan Kakaktua dan Jalan Pattimura.
Proyek tersebut tidak hanya menyasar perbaikan badan jalan. Pemkab Buleleng juga membenahi sistem drainase secara bersamaan untuk mengurangi potensi genangan yang kerap muncul saat hujan.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan kondisi jalan dan saluran air di kawasan tersebut telah lama menjadi perhatian masyarakat. Padatnya permukiman dan tingginya aktivitas kendaraan membuat kebutuhan terhadap infrastruktur yang lebih memadai semakin mendesak.
“Singaraja ini termasuk kawasan padat penduduk. Selama ini, sarana prasarana baik jalan maupun saluran airnya sering menjadi masalah sehingga terjadi banjir. Tahun ini aspirasi masyarakat tersebut kita selesaikan,” ujar Sutjidra, Kamis (17/9/2026).
Pengerjaan diawali dari ruas Jalan Kakaktua yang saat ini sudah berjalan. Setelah pekerjaan di ruas tersebut rampung, alat berat akan diarahkan menuju Jalan Pattimura untuk melanjutkan tahapan revitalisasi.
Jalan Pattimura mendapat perhatian khusus karena menjadi salah satu jalur dengan aktivitas lalu lintas cukup tinggi. Ruas yang membentang dari kawasan Kampung Anyar hingga Kampung Bugis tersebut juga kerap dilalui kendaraan dengan tonase besar.
Karena itu, Pemkab Buleleng menyesuaikan konstruksi dengan kondisi dan beban lalu lintas di lapangan. Tidak hanya ketebalan lapisan aspal, konstruksi badan jalan dan sistem drainase juga diperhitungkan agar lebih mampu menahan beban kendaraan.
“Di Jalan Pattimura ini beban jalannya cukup tinggi karena sering dilalui kendaraan berat. Maka dari itu, ada perlakuan khusus. Konstruksinya beda, penanganan saluran airnya beda, dan ketebalan aspalnya sangat diperhitungkan. Bahkan beberapa titik harus menggunakan beton dengan daya tahan yang lebih tinggi dari sebelumnya,” papar Sutjidja.
Di sisi lain, pembenahan drainase menjadi bagian penting dari proyek tersebut. Saluran air di sepanjang ruas yang direvitalisasi ikut ditangani untuk memperlancar aliran air hujan.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di kawasan tikungan Jalan Pattimura. Kondisi saluran di lokasi tersebut akan dibenahi agar air hujan dapat mengalir lebih lancar dan tidak kembali menggenangi badan jalan.
“Salah satu fokusnya berada di area tikungan Jalan Pattimura. Saluran air di kawasan ini akan dibenahi agar aliran air hujan lebih lancar dan tidak kembali menggenang di badan jalan,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, revitalisasi mencakup sekitar 900 meter ruas Jalan Kakaktua dan Jalan Pattimura. Pemkab Buleleng menyiapkan anggaran lebih dari Rp2 miliar untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Sutjidra mengatakan pengerjaan dipercepat dengan harapan persoalan jalan dan drainase dapat tertangani sebelum memasuki periode hujan dengan intensitas tinggi.
“Pengerjaannya sudah mulai dan berjalan beriringan dengan perbaikan drainasenya untuk mengantisipasi musim hujan. Kita targetkan seluruh proyek ini, baik di Jalan Kakaktua maupun Pattimura, harus sudah selesai semuanya pada akhir November nanti,” tandasnya. (red).



