
SINGARAJA – VISIBALI.COM – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Kempo Indonesia (FKI) 2026 yang digelar di Kabupaten Buleleng, Bali, resmi ditutup oleh Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc. di GOR FOK Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Jinengdalem, Sabtu (11/7/2026) sore.
Kejuaraan yang mempertandingkan 43 nomor tersebut diikuti sekitar 140 atlet dari 16 provinsi di Indonesia. Selama beberapa hari pelaksanaan, para atlet menampilkan kemampuan terbaiknya dalam memperebutkan gelar juara nasional.
Pada akhir kompetisi, Pengda FKI Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses keluar sebagai juara umum dengan raihan 13 medali emas, 12 perak, dan 11 perunggu. Posisi kedua ditempati Bali dengan 9 emas, 9 perak, dan 16 perunggu, sedangkan Jambi berada di peringkat ketiga setelah mengoleksi 7 emas, 6 perak, dan 11 perunggu.
Dalam sambutannya, Yasonna Laoly mengapresiasi seluruh atlet yang telah menunjukkan semangat juang, disiplin, dan sportivitas selama kejuaraan berlangsung.
“Saya bangga melihat semangat dan kegigihan para atlet. Mereka adalah putra-putri terbaik daerah yang kelak akan membawa nama Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, ofisial, relawan, aparat keamanan, tenaga medis, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Kejurnas FKI 2026.
Menurut Yasonna, keberhasilan Buleleng menjadi tuan rumah Kejurnas membuktikan daerah ini memiliki kapasitas menyelenggarakan event olahraga berskala lebih besar.
“Pelaksanaannya berjalan luar biasa. Di tempat ini nantinya akan kita perjuangkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Kempo Dunia,” tegas mantan Menteri Hukum dan HAM tersebut.
Sementara itu, Ketua FKI Bali Ketut Bagiada, S.H., didampingi Ketut Sukalegawa, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Kejurnas serta menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat FKI yang telah mempercayakan Bali sebagai tuan rumah.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Rektor Undiksha, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Pangdam IX/Udayana, Kodim 1609/Buleleng, Polres Buleleng, DPRD Provinsi Bali, DPRD Kabupaten Buleleng, tenaga medis, relawan, panitia, serta insan media yang turut mendukung kelancaran kegiatan.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian Kejurnas berlangsung aman, lancar, dan tanpa insiden. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan ajang ini,” kata Ketut Bagiada.
Selain tiga besar, Sumatera Utara menempati peringkat keempat dengan 5 emas, 7 perak, dan 8 perunggu, disusul Jawa Barat (3 emas, 1 perak, 2 perunggu), Nusa Tenggara Barat (3 emas, 1 perak, 10 perunggu), Jawa Timur (2 emas, 1 perak, 1 perunggu), Sumatera Selatan (1 emas, 3 perak, 7 perunggu), DKI Jakarta (1 emas, 4 perunggu), Sumatera Barat (3 perak, 1 perunggu), Aceh (1 perak, 1 perunggu), Banten (4 perunggu), serta Riau (1 perunggu).
Secara keseluruhan, Kejurnas FKI Antarprovinsi 2026 memperebutkan 44 medali emas, 44 medali perak, dan 77 medali perunggu, sekaligus menjadi ajang pembinaan atlet kempo nasional menuju kompetisi internasional. (red).



