
TABANAN – VISIBALI.COM – Jalan rusak dan berlubang di wilayah Banjar Kebon, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, memicu kecelakaan lalu lintas. mengurangi risiko tersebut, warga setempat akhirnya melakukan aksi tambal sulam secara swadaya pada Kamis, 5 Maret 2026.
Kerusakan cukup parah terlihat pada ruas jalan di wilayah Banjar Kebon. Jalan berlubang tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan pengguna jalan.
Wilayah ini merupakan sentra industri kerajinan genteng, sehingga mobilitas kendaraan berat pengangkut material maupun hasil produksi cukup tinggi.
“Beberapa kali terjadi kecelakaan karena jalan berlumbang cukup dalam,” ujar Wayan Widiasa, salah satu warga Banjar Kebon.
Warga akhirnya sepakat melakukan perbaikan secara mandiri. Proses tambal sulam dilakukan menggunakan semen seadanya yang merupakan hasil sumbangan warga setempat.
Warga menyadari perbaikan yang dilakukan secara swadaya tersebut tidak akan bertahan lama, terlebih di tengah musim hujan. Namun langkah tersebut dinilai perlu dilakukan untuk mengurangi kecelakaan.
Sejatinya, warga setempat sudah dua kali mengajukan permohonan perbaikan jalan kepada pemerintah daerah. Namun belum ada tindak lanjut, sehingga warga berinisiatif memperbaiki jalan tersebut semampunya.
“Perbaikan jalan ini mendesak bagi kami untuk kelancaran pengiriman genteng,” tandasnya.
Sementara itu, Kelian Dinas Banjar Kebon, Agus Krisna Amertha Yoga, membenarkan warga melakukan menambal jalan rusak tersebut. Apalagi menjelang Melasti jalan tidak kunjung diperbaiki, warga berinisiatif menambal jalan berlubang.
“Perbaikan sementara juga dilakukan karena masyarakat akan segera melaksanakan upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi,” ungkapnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gede Partana, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa perbaikan pada ruas jalan tersebut pernah dilakukan sebatas penambalan pada jalan berlubang dengan memanfaatkan sisa bahan yang tersedia di akhir tahun 2025.
Namun pihaknya memastikan untuk pemeliharaan lanjutan pada ruas jalan Kediri–Belalang tersebut sudah masuk dalam program kegiatan tahun 2026 dan saat ini masih dalam proses pengadaan bahan.
“Pemeliharaan ruas Kediri–Belalang ini sudah masuk program tahun 2026, dan saat ini masih proses pengadaan bahan,” jelasnya.(red)



