IALF Bali Latih 32 Pelajar Papua Tengah, Siapkan Generasi Muda Raih Beasiswa Luar Negeri
IALF Bali

DENPASAR – VISIBALI.COM. Sebanyak 32 pelajar asal Provinsi Papua Tengah mengikuti “Intensive English Program” di IALF Bali sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi bahasa Inggris sekaligus mempersiapkan generasi muda mengakses peluang pendidikan melalui berbagai program beasiswa internasional.
Program hasil kerja sama IALF dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah tersebut berlangsung selama enam bulan, mulai 6 Juli hingga 18 Desember 2026, dan merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah dimulai sejak 2024.
Seluruh peserta merupakan putra-putri terbaik Papua Tengah yang lolos seleksi oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Mereka berasal dari berbagai kabupaten di wilayah tersebut dan akan menjalani pelatihan bahasa Inggris secara intensif di kampus IALF Bali.
Sebelum mengikuti pembelajaran, para peserta menjalani “placement test” untuk memetakan kemampuan bahasa Inggris. Berdasarkan hasil tes tersebut, mereka dibagi ke dalam dua kelas, yakni “Elementary” dan “Pre-Intermediate”, sehingga materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Selama enam bulan, peserta akan memperkuat kemampuan bahasa Inggris melalui program “General English” sebelum melanjutkan ke “IELTS Preparation” yang mencakup empat aspek utama, yaitu “Listening, Reading, Writing”, dan “Speaking”. Di akhir program, seluruh peserta akan mengikuti tes IELTS sebagai bekal untuk mendaftar berbagai program beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri.
Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pembiayaan Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Medelky Anouw, mengatakan penguasaan bahasa Inggris merupakan investasi jangka panjang bagi generasi muda Papua Tengah.
Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang menempatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu prioritas peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Melalui kerja sama dengan IALF Bali, kami berharap program ini menjadi bekal bagi para peserta untuk melanjutkan studi ke luar negeri dan membuka lebih banyak peluang pendidikan di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager IALF Bali Caroline Bentley menyatakan pihaknya bangga kembali dipercaya mendukung program peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang digagas Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, kehadiran para peserta di Bali menjadi langkah awal menuju kesempatan pendidikan yang lebih luas di tingkat global.
“Kami senang menyambut para siswa dari Papua Tengah untuk memulai perjalanan belajar mereka di IALF Bali. Ini mencerminkan visi Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang memandang penguasaan bahasa Inggris sebagai investasi penting bagi generasi muda. Kami bangga dapat mendukung mereka mengembangkan keterampilan yang akan membuka berbagai peluang internasional,” katanya.
Selain menyelenggarakan program bagi peserta dari Papua Tengah, IALF Bali saat ini juga menjalankan “English Language Upgrading Program” serta “Teacher Training” bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Badung melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung.
Pada September 2026, IALF juga dijadwalkan kembali menggelar “Pre-Departure Training” bagi penerima “Australia Awards Scholarships”. Program tersebut membekali calon mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris akademik serta pemahaman lintas budaya sebelum menempuh pendidikan di Australia.
Menurut IALF, beragam program yang berlangsung secara bersamaan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan kolaboratif. Para peserta memiliki kesempatan memperluas jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris bersama peserta dari berbagai daerah dan latar belakang.
Sebagai lembaga yang telah berpengalaman dalam pelatihan bahasa Inggris, penyelenggaraan tes IELTS, serta konsultasi studi ke luar negeri, IALF berharap kerja sama yang berkelanjutan dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui program ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh peningkatan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga memiliki bekal yang kuat untuk meraih beasiswa, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta kembali berkontribusi dalam pembangunan Papua Tengah di masa mendatang. (red)



