Jadi Jalur Alternatif Bali–Jawa, Dermaga Penyeberangan Celukan Bawang–Ketapang Segera Dibangun

SINGARAJA– VISIBALI.COM – Pelabuhan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, segera memiliki dermaga khusus penyeberangan yang akan melayani rute Celukan Bawang–Ketapang. Pembangunan fasilitas tersebut dijadwalkan dimulai pada bulan depan sebagai langkah strategis pemerintah untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, khususnya saat musim libur panjang.
Keberadaan dermaga baru ini diharapkan menjadi jalur alternatif penyeberangan Bali–Jawa, sekaligus memperlancar distribusi logistik dan memperkuat konektivitas transportasi laut menuju Bali maupun kawasan Nusa Tenggara.
Pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ke pelabuhan tersebut pada 9 Juli 2026. Dalam kunjungan itu, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang mampu mengurai kepadatan di lintas Ketapang–Gilimanuk.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Celukan Bawang, Taufikur Rahman, didampingi Pengelola Data dan Informasi I Nyoman Purna, mengatakan pembangunan dermaga penyeberangan menjadi salah satu agenda prioritas yang dibahas bersama Menteri Perhubungan.
“Tujuan dari kunjungan kerja tersebut salah satunya adalah untuk pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, di mana direncanakan akan dibangun pelabuhan penyeberangan. Tujuannya untuk mengatasi kemacetan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” ujar Taufikur Rahman, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, proses pembangunan fisik akan dimulai pada Agustus mendatang. Pemerintah menargetkan dermaga tersebut sudah dapat diuji coba pada Desember 2026 agar siap dimanfaatkan saat puncak arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Pembangunan sudah akan dikerjakan pada bulan depan, mengingat rencana uji coba pelaksanaannya ditargetkan pada bulan Desember mendatang, bertepatan dengan momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),” imbuhnya.
Pada tahap awal operasional, layanan penyeberangan difokuskan untuk melayani rute Ketapang–Celukan Bawang sebagai jalur alternatif. Selanjutnya, pemerintah berencana mengembangkan jaringan pelayaran menjadi rute reguler yang menghubungkan Pelabuhan Jangkar, Situbondo – Celukan Bawang – Pelabuhan Lembar, Lombok.
“Untuk jangka pendek dikhususkan rute Ketapang menuju Celukan Bawang. Namun untuk jangka menengah atau panjang selanjutnya, akan dijadikan rute regular mulai dari Pelabuhan Jangkar (Situbondo) ke Celukan Bawang hingga menuju Pelabuhan Lembar (Lombok),” jelasnya.
Taufikur menambahkan, KSOP terus berkoordinasi dengan PT Pelindo sebagai pengelola fasilitas Pelabuhan Celukan Bawang untuk memastikan seluruh kesiapan infrastruktur berjalan sesuai rencana. Dukungan Pelindo juga ditunjukkan melalui kehadiran Direktur Utama Pelindo saat kunjungan Menteri Perhubungan.
“Pada prinsipnya kami mendukung. Fasilitas pelabuhan yang ada di Celukan Bawang adalah milik Pelindo, jadi kerja samanya dengan Pelindo. Mengenai sifatnya nanti apakah akan komersial atau perintis, hal tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut,” tandasnya.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, dermaga penyeberangan Celukan Bawang diharapkan mulai beroperasi secara uji coba pada akhir tahun ini. Kehadirannya diyakini tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi antrean kendaraan di lintas Ketapang–Gilimanuk, tetapi juga membuka akses transportasi laut yang lebih efisien bagi mobilitas penumpang maupun distribusi barang antara Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. (red).



