
DENPASAR – VISIBALI.COM. PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar mencatat pertumbuhan bisnis positif hingga pertengahan September 2026. Outstanding Loan (OSL) mencapai Rp14,89 triliun, tumbuh 18,13 persen secara year to date (YTD) dan 39,96 persen secara year on year (YoY).
Pertumbuhan tersebut menunjukkan masih kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan Pegadaian di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, di tengah kondisi industri keuangan yang menghadapi tantangan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, mengatakan pertumbuhan tersebut berlangsung di berbagai lini bisnis dan ditopang oleh meningkatnya aktivitas nasabah.
“Pertumbuhan OSL yang mencapai Rp14,89 triliun menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan Pegadaian terus berkembang. Kami akan menjaga momentum ini dengan memastikan pertumbuhan tetap berkualitas, prudent, dan berkelanjutan,” ujar Edy di Denpasar.
Dari sisi omzet, hingga 15 September 2026 Pegadaian Kanwil Bali Nusra mencatat total Rp32,49 triliun, tumbuh 39,16 persen YoY. Rata-rata nilai transaksi harian mencapai sekitar Rp109,82 miliar.
Sementara laba usaha tercatat Rp1,15 triliun, atau telah mencapai 66,31 persen dari target tahunan sebesar Rp1,73 triliun.
Pertumbuhan pembiayaan terjadi di enam area kerja. Ampenan menjadi wilayah dengan OSL terbesar, mencapai Rp3,23 triliun, sekaligus mencatat pertumbuhan YTD 21,06 persen dengan tambahan pembiayaan Rp562,81 miliar.
Adapun Denpasar dan Denpasar 2 mencatat pertumbuhan YoY lebih dari 49 persen. Pertumbuhan positif juga terjadi di Dompu, Ende, dan Kupang.
Dari sisi produk, Kredit Cepat Aman (KCA) atau gadai reguler masih menjadi tulang punggung bisnis. Produk ini menyumbang 77,80 persen dari total omzet dengan nilai Rp25,28 triliun, tumbuh 38,10 persen YoY.
Namun, pertumbuhan paling agresif datang dari bisnis emas. Omzet produk emas mencapai Rp2,58 triliun, melonjak 84,75 persen YoY.
“Emas menjadi salah satu motor akselerasi pertumbuhan. Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat emas sebagai aset yang disimpan, tetapi juga memahami bagaimana kepemilikan emas dapat dioptimalkan secara produktif,” kata Edy.
Penguatan ekosistem emas tercermin dari jumlah rekening Tabungan Emas yang telah mencapai 689.082 rekening, dengan total saldo sekitar 1,80 juta gram atau 1,80 ton emas.
Menariknya, sebagian besar rekening memiliki saldo relatif kecil. Sebanyak 57,32 persen rekening memiliki saldo di bawah 0,1 gram. Namun, kelompok nasabah dengan saldo di atas 5 gram yang hanya mencakup 8,94 persen rekening, menguasai sekitar 87,70 persen total saldo emas.
Kondisi ini menjadi peluang bagi Pegadaian untuk mendorong optimalisasi kepemilikan emas melalui produk lanjutan, termasuk Deposito Emas.
Hingga 15 September 2026, realisasi Deposito Emas mencapai 265.267 gram, atau 75,30 persen dari target 352.303 gram. (red)



