
SINGARAJA – VISIBALI.COM – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng mengembangkan INVEST JOSS (Jendela Pemodal dan Solusi Strategis Buleleng) sebagai sistem terpadu untuk memperkuat promosi dan pelayanan investasi daerah. Platform ini dirancang menggabungkan informasi potensi daerah, konsultasi investor, promosi peluang usaha, hingga pemantauan realisasi investasi.
Kepala DPMPTSP Buleleng, Gede Ngurah Dharma Seputra, ST., M.AP., menjelaskan inovasi tersebut merupakan bagian dari proyek perubahan peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026. INVEST JOSS diperkenalkan dalam peluncuran 10 inovasi strategis Pemkab Buleleng bersama Bupati Nyoman Sutjidra di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Jumat (6/11/2026).
Menurut Dharma Seputra, INVEST JOSS dirancang untuk mengubah tata kelola investasi daerah menjadi lebih terintegrasi, kolaboratif, berbasis data, dan berorientasi pada pelayanan.
Buleleng memiliki potensi investasi yang tersebar di berbagai sektor. Dengan luas wilayah 1.365,88 kilometer persegi dan garis pantai sepanjang 157,05 kilometer, peluang pengembangan terbuka pada sektor pertanian, perikanan, pariwisata, industri, energi, hingga UMKM.
Namun, pengelolaan informasi investasi selama ini masih tersebar di berbagai sektor. Sejumlah rencana penanaman modal juga menghadapi kendala terkait kesesuaian tata ruang, lingkungan, dan persyaratan teknis.
“Melalui INVEST JOSS, kami ingin membangun satu pintu informasi dan layanan investasi di Kabupaten Buleleng. Investor nantinya dapat memperoleh informasi potensi investasi, melakukan konsultasi, sekaligus memantau perkembangan investasi melalui sistem yang terintegrasi,” jelas Dharma Seputra.
Ia menyebut INVEST JOSS akan berfungsi sebagai single gateway atau gerbang tunggal investasi yang menghubungkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, investor, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.
Platform ini memiliki tiga komponen utama, yakni informasi dan promosi peluang investasi, layanan serta konsultasi investor, dan pemantauan perkembangan investasi. Integrasi tersebut diharapkan memudahkan calon investor mengakses informasi sekaligus memperoleh gambaran yang lebih jelas sebelum merealisasikan penanaman modal.
Pengembangannya dilakukan secara bertahap. Dalam jangka pendek, DPMPTSP memprioritaskan pembangunan prototipe sistem dan integrasi data awal. Tahap berikutnya diarahkan pada implementasi serta integrasi data lintas perangkat daerah. Dalam jangka panjang, INVEST JOSS ditargetkan menjadi gerbang utama investasi Buleleng sekaligus pendukung pengambilan keputusan pemerintah berbasis data.
Selain memperkuat promosi, sistem ini juga diarahkan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian realisasi investasi, termasuk kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Melalui pemantauan terintegrasi, perkembangan investasi diharapkan dapat diketahui secara lebih terukur sekaligus membantu pemerintah mengidentifikasi kendala yang dihadapi investor.
INVEST JOSS juga diharapkan membuka akses kemitraan bagi pelaku usaha lokal dan UMKM. Dengan informasi peluang investasi yang lebih terbuka, pelaku usaha daerah berkesempatan terhubung dengan investor maupun mitra strategis.
“Nilai tambah yang ingin dicapai adalah mengubah pengelolaan investasi yang selama ini cenderung tersebar dan sektoral menjadi lebih terintegrasi dan kolaboratif. Kami ingin kemudahan pelayanan tidak hanya dirasakan investor besar, tetapi juga pelaku usaha lokal dan UMKM,” imbuhnya.
Keberhasilan inovasi ini akan dipantau melalui sejumlah indikator, antara lain tingkat integrasi data investasi, efisiensi pelayanan, kepatuhan penyampaian LKPM, serta kualitas layanan kepada investor.
Melalui INVEST JOSS, DPMPTSP Buleleng berharap pengelolaan investasi daerah semakin transparan, efektif, dan responsif sehingga potensi ekonomi daerah dapat dioptimalkan dan iklim investasi semakin kompetitif.
“Inovasi ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi daerah dan menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif,” tandasnya. (red)



