Jagung Mulai Langka, Swatantra Buleleng Datangkan dari Dompu, NTB

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Stok jagung Perumda Swatantra Kabupaten Buleleng kini tersisa 16 ton dan diperkirakan hanya mencukupi kebutuhan hingga akhir pekan ini. Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan pakan ternak, perusahaan daerah tersebut memesan jagung dari Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Utama Perumda Swatantra Buleleng, I Gede Bobi Suryanto, mengatakan pihaknya juga menjajaki pasokan dari Lombok, Bima, Banyuwangi, dan Jember untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.
Keterbatasan jagung tidak hanya terjadi di Buleleng, tetapi juga di sejumlah daerah di Bali, seperti Tabanan, Badung, dan Karangasem. Bahkan, peternak dari Jembrana sempat meminta bantuan pasokan jagung dari Buleleng.
“Tujuan utama kami mencari pasokan luar daerah adalah menstabilkan ketersediaan pakan. Jangan sampai kelangkaan jagung ini memicu lonjakan drastis pada harga telur dan daging ayam di pasaran yang berimbas pada inflasi daerah,” ujar Bobi Kamis (22/10/2026).
Sebelumnya, Swatantra telah menyerap sekitar 280 ton jagung dari petani lokal. Pembelian dilakukan dengan harga Rp3.000 per kilogram untuk jagung tongkol berkulit atau bontang varietas Goak Poleng, Rp5.500 per kilogram untuk jagung pipil basah varietas Visi 12, dan Rp6.500 per kilogram untuk pipil kering.
Jagung pipil kering tersebut kemudian dijual kepada peternak dengan harga Rp7.000–Rp7.500 per kilogram. Namun, meningkatnya kebutuhan pada September dan Oktober membuat pasokan semakin terbatas.
Untuk jangka panjang, Swatantra bersama Dinas Pertanian Buleleng mendorong perluasan lahan tanam jagung. Saat ini, lahan binaan perusahaan baru mencapai 70 hektare. Swatantra juga siap memfasilitasi bibit unggul dengan potensi produksi 10–12 ton per hektare, serta pendampingan permodalan, pupuk, dan pengairan.
“Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi jagung lokal sekaligus menjaga ketersediaan pakan ternak dan menekan risiko kenaikan harga telur serta daging ayam di Buleleng,” tandas Bobi. (red).



