Dipicu Salah Paham Saat Pesta Miras, Polsek Seririt Amankan Pelaku Penebasan di Joanyar

SINGARAJA VISIBALI.COM – Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dinodai oleh peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali. Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ,saat digelar pesta miras. Peristiwa tersebut kini tengah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Seririt.
Penanganan kasus dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim AKP Dewa Made Joni Arya Putra di bawah komando Kapolsek Seririt Kompol I Ketut Suparta. Polisi bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku, Komang Agus Sudiartawan (28), beserta barang bukti berupa sebilah pedang jenis samurai ke Mapolsek Seririt.
Sementara itu, korban Kadek Sastrawan (42) segera dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka yang dialaminya.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian berlangsung bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi.
“Korban sudah dibawa ke RSUD Buleleng dan pelaku sudah diamankan di Polsek Seririt untuk diproses sesuai aturan yang berlaku. Sementara ini proses penyidikan masih berlangsung,” ujarnya Jumat (20/3/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, insiden penebasan diduga dipicu oleh kesalahpahaman yang terjadi saat korban dan pelaku bersama sejumlah orang menggelar pesta minuman keras di rumah korban.
Cekcok pun terjadi hingga berujung perkelahian. Meski sempat dilerai, situasi kembali memanas setelah pelaku merasa tersinggung. Dalam kondisi emosi, pelaku sempat dilempari kursi namun tidak mengenai dirinya. Korban juga disebut mengancam pelaku menggunakan botol.
Pelaku kemudian pulang, namun kembali lagi dengan membawa pedang jenis samurai dan langsung menyerang korban. Akibatnya, korban mengalami luka tebasan cukup panjang di bagian punggung.
“Penyidikan masih terus dilakukan. Sekitar 10 orang saksi masih dimintai keterangan, termasuk pelaku. Pemicunya salah paham dan pengaruh minuman keras, ini masih kami dalami,” jelas Kapolres.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian guna proses hukum lebih lanjut. (red)



