
SINGARAJA – VISIBALI.COM – Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Kombes Pol. Yong Ferrydjon, S.I.K., M.H., meninjau akses jalan menuju Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Kamis (5/11/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kesiapan akses kendaraan, potensi kepadatan, serta kebutuhan rekayasa lalu lintas jika pelabuhan tersebut difungsikan sebagai alternatif penyeberangan Jawa–Bali.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan lintas instansi yang sebelumnya melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), KSOP Kelas IV Celukan Bawang, dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali. Dua rute yang masuk kajian yakni Tanjung Wangi–Celukan Bawang dan Jangkar–Celukan Bawang.
Berdasarkan kajian teknis, lintasan Tanjung Wangi–Celukan Bawang memiliki jarak sekitar 31 nautical mile (NM) atau 57 kilometer dengan waktu tempuh 2,8 jam. Sedangkan rute Jangkar–Celukan Bawang mencapai 54 NM atau 100 kilometer dengan estimasi perjalanan 4,9 jam. Sebagai pembanding, lintas Ketapang–Gilimanuk berjarak sekitar 4 NM atau 7 kilometer dengan waktu tempuh 0,3 jam. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kapal KMP berkapasitas 1.500–2.000 GT.
Meski demikian, rencana pengoperasian jalur alternatif tersebut masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan. Kepastian pelaksanaannya menunggu keputusan Menteri Perhubungan berdasarkan hasil asesmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Celukan Bawang, Jumhari Nasrun, menyatakan Pelindo mendukung koordinasi dengan kepolisian dan seluruh pemangku kepentingan, terutama untuk memastikan kesiapan akses, keselamatan pengguna jalan, dan kelancaran operasional pelabuhan.
“Pelindo mendukung koordinasi bersama Ditlantas Polda Bali dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan kesiapan akses menuju pelabuhan. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung pengaturan lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta kelancaran aktivitas operasional pelabuhan,” ujar Jumhari, Jumat (6/11/2026).
Dari sisi infrastruktur, kesiapan Dermaga 3 Pelabuhan Celukan Bawang telah mencapai 99 persen. Pelindo pada prinsipnya siap mendukung layanan kapal Ro-Ro, tetapi masih diperlukan kepastian jadwal uji coba penyandaran dan spesifikasi kapal untuk memastikan aspek keselamatan serta kesiapan operasional.
Pembahasan juga mencakup fasilitas sandar, monitoring room, CCTV, dan penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Jadwal kapal Ro-Ro nantinya harus diselaraskan dengan aktivitas kapal kargo di Dermaga 2 serta kunjungan kapal pesiar pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Sementara itu, BPTD Bali memetakan sejumlah alternatif akses kendaraan menuju Denpasar melalui Gitgit, Cekik, Pupuan, dan Karangasem. Pemilihan jalur masih dikaji dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur dan kemampuan jalan menampung peningkatan arus kendaraan.
Kepala KSOP Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman, merekomendasikan uji coba penyandaran kapal Ro-Ro pada November 2026 untuk mengukur kesiapan teknis dan operasional. Adapun kepastian lintasan, jumlah, serta jenis kapal masih menunggu arahan teknis Kementerian Perhubungan.
Pengembangan jalur alternatif ini juga diarahkan untuk mendukung kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 serta persiapan penerapan kebijakan Indonesia Bebas ODOL mulai 1 Januari 2027.
“Pelindo akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, kepolisian, dan instansi terkait guna mendukung konektivitas maritim serta peningkatan layanan kepelabuhanan,” tandas Jumhari. (red)



