Arus Kapal di Pelabuhan Celukan Bawang Tembus 1,48 Juta GT, Kunjungan Kapal Pesiar Ikut Naik

SINGARAJA – VISIBALI.COM – Aktivitas operasional di Pelabuhan Celukan Bawang terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan sepanjang 2026. Hingga akhir Juli, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Cabang Celukan Bawang mencatat peningkatan arus kapal maupun kunjungan kapal pesiar yang menjadi indikator tumbuhnya sektor logistik dan pariwisata di Bali Utara.
Data Pelindo mencatat arus kapal mencapai 1,48 juta Gross Tonnage (GT) atau meningkat 12,4 persen dibandingkan periode Januari–Juli 2025 yang sebesar 1,32 juta GT.
General Manager Pelindo Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas bongkar muat berbagai komoditas serta bertambahnya kapal pesiar yang memilih Pelabuhan Celukan Bawang sebagai lokasi persinggahan.
“Peningkatan arus kapal ini tidak lepas dari optimalisasi operasional pada komoditas kargo serta lonjakan kunjungan kapal pesiar yang kian memperkuat posisi Pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu pintu masuk pariwisata dan logistik di Bali Utara,” ujar Imron, Kamis (6/8/2026).
Dari sektor logistik, sejumlah komoditas mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Volume general cargo naik 21,04 persen, dari 355.909 ton menjadi 430.794 ton. Pengiriman semen curah juga melonjak 63,42 persen, dari 132.098 ton menjadi 215.872 ton.
Sementara itu, komoditas aspal mencatat pertumbuhan tertinggi. Hingga Juli 2026, volume aspal yang ditangani mencapai 5.504 ton atau meningkat 72,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3.193 ton.
Di sektor pariwisata, Pelabuhan Celukan Bawang juga mengalami peningkatan kunjungan kapal pesiar. Selama tujuh bulan pertama tahun ini, pelabuhan telah menerima 10 kunjungan (call) kapal pesiar, naik 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat delapan kunjungan.
Pelindo memperkirakan tren tersebut masih akan berlanjut hingga penghujung tahun. Imron memproyeksikan jumlah kapal pesiar yang bersandar sepanjang 2026 dapat mencapai 19 kunjungan, meningkat sekitar 36 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebanyak 14 kunjungan.
Menurutnya, bertambahnya kapal pesiar yang datang menunjukkan semakin tingginya kepercayaan operator pelayaran internasional terhadap Pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu destinasi persinggahan wisata di Bali Utara.
Selain memperkuat fungsi pelabuhan sebagai pusat distribusi logistik, peningkatan kunjungan kapal pesiar juga diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Pertumbuhan kunjungan kapal pesiar ini tidak hanya memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi pelabuhan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ganda (multiplier effect) untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di wilayah Bali Utara,” tandas Imron. (red)



